5 Cara Efektif Menghadapi Anak Hiperaktif, Perhatikan Ya Ma!

mengatasi anak hiperaktif

Daftar Isi

Anak Hiperaktif Bisa Dibina dengan Tepat. Kenali Cara Mengatasinya!

Aktif dan energik adalah tanda umum pada masa perkembangan anak. Namun pada sebagian kasus, adakalanya anak menjadi sangat aktif atau bahkan sulit untuk diatur. Dalam hal ini, tidak sedikit para ibu yang menjadi kewalahan karena anak tidak bisa diam.

Tak jarang, mereka seringkali diberi konotasi negatif, misalnya saja dicap sebagai “anak nakal”. Eits tapi, sebaiknya hindarilah hal ini ya Ma. Tanpa disadari, hal tersebut bisa memengaruhi mental si Kecil, lho. 

Di sisi lain, anak hiperaktif juga sering disebut dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Namun yang perlu dicatat adalah anak hiperaktif belum tentu menderita ADHD. Begitupun juga dengan anak aktif.

Lantas, apa saja tanda-tanda anak hiperaktif? Bagaimana cara menghadapinya? Agar tidak salah paham, simak informasinya di bawah ini, yuk!

Apa yang Dimaksud dengan Hiperaktif?

Anak hiperaktif adalah kondisi ketika si Kecil terus-menerus aktif dan tidak melihat situasi, suasana sekitar, ataupun waktu, bahkan ia pun menjadi sulit untuk diatur.

Apakah anak terlalu aktif itu tandanya ADHD? Perlu diketahui bahwa anak hiperaktif juga seringkali disamakan dengan ADHD, yakni suatu kondisi mental. Ya, salah satu tanda umum dari ADHD adalah hiperaktif. Meski begitu, anak yang hiperaktif tidak selalu mengalami ADHD.

Perbedaan anak hiperaktif dan ADHD bisa dilihat dari ciri atau gejalanya. Dalam kasus ADHD, anak akan sulit untuk fokus, perhatiannya mudah tealihkan, impulsif, atau bahkan tidak memerhatikan kondisi di sekitar.

Sementara itu, tanda anak hiperaktif yakni lebih sering terlihat terus-menerus bergerak dan berbicara tanpa mengenal waktu dan situasi di sekitarnya.

Baca juga: Anak Tidak Percaya Diri? Ini 7 Tanda Mereka Membutuhkan Pendidikan Karakter

Ciri-ciri Anak Hiperaktif

Meskipun hampir mirip, tapi baik anak aktif dan hiperaktif itu juga ternyata berbeda, lho, Ma. Perbedaan ini bisa dikenali dari beberapa aspek.

Pada anak yang aktif, ia dapat fokus terhadap suatu hal, meskipun perhatiannya mudah teralihkan ketika melihat sesuatu yang lebih menarik. Dari segi memproses informasi, anak aktif biasanya tidak mengalami kesulitan, cepat menangkap kosa kata yang diajarkan, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Penelitian pada tahun 2016 yang dilakukan oleh University of California terhadap psikologi anak, bahkan menunjukkan bahwa anak-anak yang masuk ke dalam kategori aktif adalah seorang pembelajar, mampu menjelaskan sesuatu, interaktif, dan kolaboratif.

Tak hanya anak aktif saja, anak yang hiperaktif juga memiliki kelebihan tersendiri. Kelebihan anak hiperaktif termasuk tangguh, punya jiwa kreatif, dan energik.

Adapun ciri dan karakteristik anak hiperaktif adalah:

– Berbicara secara terus-menerus

– Anak tidak bisa diam ketika sedang duduk

– Berlarian kesana kemari dan berteriak pada saat bermain, sekalipun berada di dalam ruangan

– Bergerak dengan cepat

– Tidak bisa diam ketika guru sedang berbicara

– Sulit untuk fokus atau berkonsentrasi

– Sulit untuk diam ketika makan atau bermain

Bagaimana Cara Mengatasi atau Menghadapi Anak Hiperaktif?

Menghadapi anak yang terlalu aktif memang butuh kesabaran ekstra. Namun demikian, janganlah menghadapinya dengan amarah, ya Ma. Pasalnya, ini tidak baik bagi si Kecil. Kuncinya yakni Anda harus bisa menghadapi anak dengan cara yang tepat.

Nah, berikut ini adalah berbagai cara mengatasi anak hiperaktif. Perhatikan baik-baik ya Ma!

Pertama, buat aturan

Hiperaktif pada anak adalah kondisi yang bisa membuatnya merasa kesulitan untuk menghadapi situasi dan kondisi yang tidak jelas. Mulai dari cara belajarnya, hingga pola hidupnya. Dengan menetapkan aturan, anak akan tahu apa yang sebenarnya orangtua harapkan dari hari ke hari.

Kedua, minimalkan distraksi

Sulit berkonsentrasi merupakan salah satu karakteristik dari anak hiperaktif. Oleh karenanya, sangat penting bagi Anda untuk mengatur suasana lingkungan senyaman mungkin, pada saat anak sedang mengerjakan tugas harian.

Baca juga: 5 Cara Mendidik Anak Agar Percaya Diri di Lingkungan Baru, Catat Ya Ma!

Ketiga, bantu si Kecil untuk membuat to-do list

Anda pasti menginginkan si Kecil untuk bisa mandiri bukan? Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membuat daftar tertulis mengenai tugas apa saja yang harus dikerjakan.

Cara ini juga bisa membantu anak untuk mengingat ketika ia menjadi terganggu terhadap suatu hal. Beri kebebasan pada si Kecil untuk mengerjakan tugas dari urutan mana saja.

Keempat, hindari memarahinya

Rasa kesal dan kewalahan mungkin saja akan dirasakan ketika anak terlalu aktif. Namun ingat, hindarilah membentak, memarahi, atau bahkan memberi hukuman fisik padanya. Alih-alih menurut, jika Anda berlaku demikian ini justru membuat si Kecil lebih agresif. Maka dari itu, Anda disarankan untuk bisa tetap tenang dan sabar.

Kelima, beri pujian atas usahanya

Tidak mudah bagi anak hiperaktif untuk menyelesaikan tugas dan memperbaiki perilakunya. Agar anak merasa lebih dihargai atas segala usahanya, sebaiknya berikanlah ia pujian, motivasi ataupun penghargaan. Contoh yang paling sederhana adalah dengan membuat makanan kesukaannya. Meskipun kecil, tapi ini bisa sangat berkesan.

Menghadapi anak hiperaktif memang tidak mudah, tapi bukan berarti ini mustahil untuk dilakukan. Kesabaran dan tetap tenang adalah hal utama yang harus dilakukan oleh orangtua. Apabila Mama kesulitan menghadapi si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan para profesional, ya.

Nah, jika Anda ingin membentuk karakter anak lebih baik, ALC Talent punya program khusus anak. Namanya Leadership For Kids and Teens. Seperti apa sih kelasnya? Daripada penasaran, langsung aja yuk simak selengkapnya di bawah ini!

LEADERSHIP FOR TEENS – Untuk Anak SMP SMA
  • 28/01/2023
  • 10:00 to 12:00
  • Online via Zoom
LEADERSHIP FOR KIDS – Untuk Anak SD
  • 28/01/2023
  • 13:00 to 15:00
  • Online via Zoom

Bisa juga menghubungi kami di