5 Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Tidak Percaya Diri

seorang anak laki laki sedang meletakkan kepala di kedua lututnya
Daftar isi

Setiap orang tua tentu berharap anaknya tumbuh sebagai pribadi yang pemberani dan penuh percaya diri. Maka dibutuhkan peran orang tua untuk dapat menumbuhkan dan membentuk kepercayaan diri anak sejak dini.

Artikel ini membahas tentang penyebab dan cara mengatasi rasa tidak percaya diri pada anak. Namun sebelum lebih jauh, kita ketahui dahulu yuk, apa sih sikap tidak percaya diri itu?

Apa Pengertian Tidak Percaya Diri?

Tidak Percaya diri adalah sebuah sikap yang ditandai dengan adanya perasaan malu karena menganggap dirinya tidak mampu melakukan sesuatu sebaik orang lain. Ketidakpercayaan itulah yang membuat anak merasa rendah diri dan akhirnya takut untuk mencoba. 

Orang yang tidak percaya diri cenderung meragukan diri sendiri, merasa tidak pantas untuk mendapatkan kesuksesan, dan sering kali membandingkan diri mereka dengan orang lain. 

Tidak percaya diri dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan seringkali memerlukan dukungan sosial atau bantuan profesional untuk diatasi dan membangun rasa percaya diri.

5 Penyebab Anak Tidak Percaya Diri

Kajian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bahwa 56% anak mengalami krisis kepercayaan diri. Ini membuktikan bahwa tingkat kepercayaan diri anak di Indonesia masih tergolong rendah. Lantas, apa saja penyebab tidak percaya diri? Yuk simak 5 penyebab utamanya di sini!

Baca juga : 5 Tips Ampuh Mengatasi Anak Malas Belajar

1. Sering Dimarahi dan Dikritik

Kebiasaan memarahi dan mengkritik anak dapat membuat mereka merasa bersalah. Hal itu menimbulkan rasa takut yang akhirnya menyebabkan anak menjadi tidak percaya diri.

Maka sekalipun anak berbuat salah, orang tua sebaiknya menasihati dengan santun tanpa memarahinya apalagi di depan banyak orang.

Ketika anak sering kali menjadi sasaran kritik dan hukuman, mereka mungkin mulai merasa bahwa mereka selalu melakukan kesalahan atau tidak mampu melakukan sesuatu dengan benar, sehingga dapat mengurangi kepercayaan diri. 

2. Selalu Dibanding-bandingkan

Terus dibanding-bandingkan dengan orang lain akan membuat anak merasa tertekan. Hal itulah yang juga akan menyebabkan anak menganggap dirinya tidak berharga.

Mereka pun tumbuh sebagai sosok pemalu karena merasa kemampuannya rendah dibandingkan orang lain. Kebiasaan orang tua yang selalu membanding -bandingkan dapat membuat anak merasa bahwa mereka tidak cukup baik.

Membanding- bandingkan anak tidak hanya merusak rasa percaya diri, tetapi juga dapat menciptakan persaingan yang tidak sehat.

3. Terlalu Sering Dilarang

Dalam menentukan larangan bagi anak, orang tua perlu bersikap bijak. Sebab, terlalu sering melarang anak akan membuat mereka tidak percaya diri. Mereka pun akhirnya takut untuk mencoba, bahkan pada hal-hal yang sebenarnya baik sekalipun.

Ketika anak sering kali dilarang atau dihambat untuk mengeksplorasi dunia di sekitar mereka, mereka mungkin tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sosial, kemandirian, atau pengetahuan yang diperlukan.

Sering melarang anak dapat menyebabkan rasa tidak percaya diri karena mereka merasa kurang berdaya atau tidak mampu melakukan hal-hal dengan baik.

Baca juga : 7 Ciri Anak Anda Membutuhkan Pendidikan Karakter

4. Kurangnya Dukungan Orang Tua

Ketika anak merasa tidak mendapatkan dukungan emosional atau pujian yang cukup dari orang tua mereka, hal ini juga dapat menjadi penyebab ketidakpercayaan diri. Nyatanya, anak-anak memang merupakan sosok yang cenderung pemalu.

Keberanian untuk tampil melakukan sesuatu umumnya baru akan timbul saat mendapat dorongan dari orang tua. Jika ada anak yang tidak percaya diri, maka bisa saja disebabkan karena mereka tidak memperoleh dukungan dari orang tuanya.

Dukungan dan pujian yang tulus dari orang tua dapat membantu membangun rasa percaya diri anak, sementara kurangnya dukungan dapat membuat mereka merasa tidak dihargai atau tidak dicintai.

5. Sikap Protektif Orang Tua

Setiap orang tua memang ingin anaknya menjadi yang terbaik, tetapi hal itu bukan berarti bahwa orang tua bisa memaksa anak seenaknya.

Meskipun niatnya baik, sikap terlalu protektif dari orang tua juga dapat menyebabkan anak tidak percaya diri. Jika orang tua bersikap protektif dan suatu waktu anak tak mampu melakukan sesuatu sesuai keinginan orang tuanya, maka hal itu tentu membuat anak merasa kemampuan dirinya buruk.

Ketika orang tua melindungi anak mereka dari semua risiko dan ketidaknyamanan, anak mungkin tidak memiliki kesempatan untuk mengatasi tantangan dan belajar dari kegagalan. 

Cara Mengatasi Anak yang Tidak Percaya Diri

Kepercayaan diri perlu ditumbuhkan sejak dini. Faktanya, berdasarkan studi dari University of Washinton bahwa harga diri anak sudah terbentuk pada usia 5 tahun. Nah, rasa harga diri tersebutlah yang nantinya dapat mempengaruhi kepercayaan diri anak. Tugas kita adalah selalu memupuknya agar kepercayaan diri anak tumbuh.

Jika saat ini anak Anda masih cenderung penakut, maka berikut sejumlah tips agar anak berani dan percaya diri. Simak di bawah ini, ya.

1. Berikan Pujian

Adanya perasaan tidak berharga menjadi salah satu penyebab kurang percaya diri, salah satu cara efektif untuk mengatasi anak yang tidak percaya diri adalah dengan memberikan pujian yang tulus.

Terkait hal itu, maka penting bagi orang tua untuk memberikan pujian. Faktanya, pujian dapat menumbuhkan perasaan bangga pada diri mereka. Hal itulah yang membuat anak lebih percaya diri terhadap kemampuannya.

Misalnya, bukan hanya mengatakan “Bagus sekali!” tetapi lebih baik dengan mengatakan, “Saya sangat bangga dengan cara kamu menyelesaikan tugas ini. Kamu bekerja sangat keras.” Dengan memberikan pujian yang tepat, Anda membangun rasa percaya diri anak.

Baca juga : 5 Tanda Anak Cerdas Yang Harus Anda Kenali

2. Sampaikan Masukan

Selain pujian, orang tua juga perlu menyampaikan masukan kepada anak. Hal itu agar anak tidak berhenti belajar sehingga mereka bisa terus berkembang.

Terkait hal ini, maka perlu diingat bahwa Anda sebaiknya memberi masukan dengan santun dan jangan sampai terkesan mengkritik anak, ya.

Ingatlah untuk menyampaikan masukan dengan cara yang ramah dan positif, fokus pada perilaku atau tindakan yang dapat ditingkatkan, bukan mengkritik kepribadian mereka. Menyampaikan masukan dengan baik membantu anak merasa bahwa mereka bisa tumbuh dan belajar dari kesalahan.

3. Tunjukkan Dukungan

Sekalipun pencapaian anak masih belum sesuai harapan orang tua, tetapi Anda tetap perlu menghargainya. Nyatanya, orang tua merupakan sosok yang berperan besar bagi anak, maka sebisa mungkin tunjukkanlah dukungan Anda.

Sebab dukungan orang tua menjadi sebuah kekuatan bagi anak. Jika mereka menghadapi tantangan, tawarkan bantuan dan dorongan. Ketika anak merasa didukung, mereka lebih mungkin mengatasi rasa tidak percaya diri mereka dan berkembang dengan lebih baik.

Nah, itulah informasi seputar penyebab dan cara mengatasi anak yang tidak percaya diri. Jika anak Anda termasuk siswa kurang percaya diri, maka Anda bisa mengikutsertakan mereka dalam program leadership dari ALC Talent. Ketahui lebih lanjut mengenai program tersebut di bawah ini, ya

ALC Punya Program untuk Membangun Karakter Anak Anda

Detail info