Setelah berminggu-minggu mengirim lamaran, ikut psikotes, dan melewati beberapa tahap wawancara, akhirnya offering letter datang juga. Rasanya lega. Tapi begitu dibaca lebih teliti, ternyata ada yang mengganjal: gajinya jauh di bawah ekspektasi, lokasinya terlalu jauh, atau kamu sudah lebih dulu menerima tawaran dari perusahaan lain yang lebih cocok.
Di titik ini, banyak pencari kerja, terutama fresh graduate, bingung harus bersikap bagaimana. Ada yang merasa tidak enak, ada yang memilih diam dan tidak membalas sama sekali. Padahal, mengetahui cara menolak tawaran kerja dengan benar sama pentingnya dengan tahu cara melamar kerja. Penolakan yang disampaikan dengan sopan justru bisa menjaga reputasimu di mata HRD dan membuka peluang kerja sama di masa depan.
Di artikel ini, kamu akan menemukan alasan yang wajar untuk menolak tawaran kerja, hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan, langkah-langkah menolak secara profesional, hingga contoh pesan email dan WhatsApp yang bisa langsung kamu sesuaikan.
Apakah Boleh Menolak Tawaran Kerja?
Tentu boleh. Offering letter adalah penawaran, bukan kewajiban. Selama kamu belum menandatangani kontrak kerja, kamu masih punya hak penuh untuk menerima, menegosiasikan, atau menolaknya.
HRD sendiri sudah terbiasa menghadapi kandidat yang menolak tawaran. Laporan Jobstreet tentang perekrutan di Malaysia bahkan mencatat 4 dari 5 responden akan menolak tawaran kerja bila sudah menerima tawaran lain, seperti dibahas dalam panduan menolak tawaran kerja dari Jobstreet. Artinya, penolakan adalah bagian normal dari proses rekrutmen.
Yang menjadi masalah bukan penolakannya, melainkan cara penyampaiannya. Menghilang tanpa kabar (ghosting), membalas dengan nada ketus, atau menolak di hari pertama masuk kerja bisa membuat namamu tercatat buruk. Ingat, dunia HR itu sempit. Rekruter yang hari ini kamu tolak bisa saja pindah ke perusahaan impianmu tahun depan.
Kalau kamu masih ragu dengan isi kontrak yang ditawarkan, pahami dulu jenis hubungan kerjanya. Misalnya, cek apakah statusmu kontrak atau tetap lewat penjelasan perbedaan PKWT dan PKWTT, serta bagaimana aturan masa probation kerja di perusahaan tersebut. Informasi ini sering menjadi penentu apakah tawaran layak diterima atau tidak.
Alasan yang Wajar untuk Menolak Tawaran Kerja
Sebelum masuk ke cara menolak tawaran kerja, pastikan alasanmu memang kuat. Berikut beberapa alasan yang umum dan bisa diterima oleh HRD.
-
Sudah menerima tawaran dari perusahaan lain
Ini alasan paling jujur dan paling mudah dipahami. Jika kamu melamar ke beberapa perusahaan sekaligus, wajar bila ada lebih dari satu tawaran yang datang. Kamu cukup menyampaikan bahwa kamu sudah berkomitmen di tempat lain, tanpa perlu menyebut nama perusahaannya.
-
Gaji dan benefit tidak sesuai
Kompensasi yang terlalu jauh di bawah standar pasar adalah alasan yang sah. Sebelum menolak, bandingkan dulu angka yang ditawarkan dengan kisaran gaji fresh graduate di bidang dan kotamu. Jika selisihnya masih bisa dibicarakan, coba negosiasi terlebih dahulu dengan teknik yang sama seperti saat menjawab gaji yang diharapkan di sesi interview.
-
Posisi tidak sesuai dengan tujuan karier
Kadang deskripsi pekerjaan yang dijelaskan saat interview berbeda dengan yang tertulis di offering letter. Jika peran yang ditawarkan tidak mendukung arah karier jangka panjangmu, menolak adalah keputusan yang masuk akal. Meski begitu, bekerja di bidang yang berbeda dari latar belakang pendidikan tidak selalu buruk, seperti dibahas dalam artikel tentang kerja tidak sesuai jurusan.
-
Lokasi atau jam kerja tidak memungkinkan
Jarak tempuh tiga jam per hari, sistem shift malam, atau kewajiban relokasi ke luar kota bisa sangat memengaruhi kualitas hidup. Pertimbangkan biaya transportasi, waktu istirahat, dan kondisi keluarga sebelum memutuskan.
-
Menemukan red flag selama proses rekrutmen
Proses rekrutmen adalah cerminan budaya perusahaan. Jika kamu melihat tanda-tanda yang mengkhawatirkan, seperti jadwal interview yang terus diundur tanpa kabar, pewawancara yang tidak menghargai waktu, atau kontrak yang isinya tidak jelas, wajar bila kamu memilih mundur.
-
Memutuskan bertahan di pekerjaan saat ini
Bagi yang sudah bekerja, perusahaan lama terkadang memberikan counter offer berupa kenaikan gaji atau promosi. Jika tawaran itu lebih menguntungkan, menolak tawaran baru adalah pilihan yang sah.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Diri saat Interview + Contohnya
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Menolak
Menolak tawaran kerja adalah keputusan yang sulit ditarik kembali. Sebelum mengirim pesan penolakan, jawab dulu beberapa pertanyaan ini dengan jujur.
Apakah kamu sudah punya pegangan lain? Jika belum ada tawaran pengganti, pikirkan berapa lama kamu sanggup menunggu. Rata-rata pencarian kerja bisa memakan waktu berbulan-bulan, dan ada banyak faktor yang membuat prosesnya lama, seperti diulas dalam artikel kenapa fresh graduate susah dapat kerja.
Jika kamu tetap ingin menolak, siapkan rencana cadangan lebih dulu. Petakan pilihan pekerjaan untuk fresh graduate yang realistis, lalu buat pencarian berikutnya lebih terarah dengan tips fresh graduate cepat dapat kerja.
Apakah masalahnya bisa dinegosiasikan? Gaji, tanggal mulai kerja, sistem kerja hybrid, atau tunjangan transportasi sering kali masih bisa dibicarakan. Jangan langsung menolak jika yang mengganjal hanya satu poin yang mungkin bisa diubah.
Apakah tawaran ini bisa menjadi batu loncatan? Untuk fresh graduate, pengalaman kerja pertama sangat berharga. Posisi yang tidak sempurna terkadang tetap memberi kesempatan mengasah keterampilan yang dicari industri, terutama soft skill dalam dunia kerja seperti komunikasi, kerja tim, dan problem solving.
Apa kata orang yang kamu percaya? Diskusikan dengan mentor, dosen, atau teman yang sudah lebih dulu bekerja. Sudut pandang mereka bisa membantu kamu melihat hal yang terlewat.
Jika setelah semua pertimbangan itu kamu tetap yakin, saatnya menyampaikan penolakan dengan cara yang tepat.
8 Cara Menolak Tawaran Kerja dengan Sopan dan Profesional
Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti agar penolakanmu tetap meninggalkan kesan baik.
-
Sampaikan keputusan secepatnya
Begitu yakin akan menolak, segera kabari HRD. Idealnya dalam 1 sampai 2 hari kerja setelah offering letter diterima, atau sebelum batas waktu yang tertulis di surat. Perusahaan butuh waktu untuk menghubungi kandidat cadangan, sehingga semakin cepat kamu memberi kabar, semakin besar rasa hormat mereka padamu.
-
Pilih media yang tepat
Ikuti saluran yang dipakai perusahaan saat mengirim tawaran. Jika offering letter dikirim lewat email, balas di thread email yang sama. Jika HRD selama ini berkomunikasi lewat telepon, kamu bisa menelepon terlebih dahulu, lalu mengirim konfirmasi tertulis lewat email. WhatsApp boleh dipakai bila memang itu jalur komunikasi utama dengan rekruter, tetapi tetap gunakan bahasa formal.
-
Awali dengan ucapan terima kasih
HRD dan user sudah meluangkan waktu untuk membaca CV, mewawancarai, dan menyusun penawaran untukmu. Hargai usaha itu dengan ucapan terima kasih yang tulus di awal pesan. Prinsipnya sama dengan cara follow up setelah interview: singkat, sopan, dan menunjukkan apresiasi.
-
Nyatakan penolakan dengan jelas
Hindari kalimat yang mengambang seperti “sepertinya saya belum bisa” atau “saya masih pikir-pikir”. Kalimat seperti ini membuat HRD bingung apakah kamu menolak atau sedang menunggu tawaran lebih tinggi. Gunakan pernyataan yang tegas, misalnya “Setelah mempertimbangkan dengan matang, saya memutuskan untuk tidak menerima tawaran posisi Staff Admin ini.”
-
Berikan alasan singkat dan jujur
Kamu tidak wajib menjelaskan alasan secara panjang lebar. Cukup satu atau dua kalimat, misalnya “Saya telah menerima tawaran lain yang lebih sesuai dengan rencana karier saya saat ini.” Situs karier Monster juga menyarankan alasan singkat seperti ini sudah cukup. Hindari menjelekkan perusahaan, gaji, atau proses rekrutmen mereka.
-
Jaga nada tetap positif
Sebutkan hal yang kamu sukai dari perusahaan atau proses rekrutmennya, misalnya budaya kerja atau visi timnya. Sikap ini menunjukkan etika yang sama baiknya dengan etika interview yang kamu tunjukkan sebelumnya.
-
Buka peluang untuk masa depan
Tutup pesanmu dengan harapan bisa terhubung kembali. Kalimat seperti “Saya berharap kita bisa berkesempatan bekerja sama di masa mendatang” bisa membuat HRD menyimpan profilmu untuk lowongan lain. Kamu juga bisa mengajak rekruter terhubung di LinkedIn.
-
Periksa ulang sebelum mengirim
Pastikan nama HRD, nama perusahaan, dan posisi yang disebut sudah benar. Kesalahan menyebut nama perusahaan lain adalah kesalahan kecil yang meninggalkan kesan buruk. Gunakan format email yang rapi seperti saat kamu belajar cara menulis email lamaran kerja, mulai dari subjek, salam pembuka, isi, hingga penutup.
Baca Juga: Ciri Fresh Graduate yang Dicari Perusahaan
Contoh Menolak Tawaran Kerja lewat Email dan WhatsApp
Agar lebih mudah, berikut lima contoh pesan yang bisa kamu sesuaikan dengan situasimu. Ganti bagian dalam tanda kurung siku dengan data yang sesuai.
Contoh 1: Menolak karena sudah menerima tawaran lain (email)
Subjek: Tanggapan atas Penawaran Kerja – [Nama Lengkap]
Yth. Bapak/Ibu [Nama HRD],
Terima kasih atas kesempatan dan penawaran yang diberikan kepada saya untuk posisi [Nama Posisi] di [Nama Perusahaan]. Saya sangat menghargai waktu yang telah Bapak/Ibu luangkan selama proses rekrutmen.
Setelah mempertimbangkan dengan matang, saya memutuskan untuk tidak menerima tawaran tersebut karena saya telah menerima tawaran lain yang lebih sesuai dengan rencana karier saya saat ini.
Saya sangat terkesan dengan tim dan budaya kerja di [Nama Perusahaan], dan berharap kita dapat berkesempatan bekerja sama di masa mendatang.
Hormat saya, [Nama Lengkap] [Nomor Telepon]
Contoh 2: Menolak karena gaji tidak sesuai (email)
Subjek: Tanggapan Penawaran Posisi [Nama Posisi] – [Nama Lengkap]
Yth. Bapak/Ibu [Nama HRD],
Terima kasih atas penawaran untuk bergabung sebagai [Nama Posisi] di [Nama Perusahaan]. Saya sangat menghargai kepercayaan yang diberikan.
Setelah meninjau kembali paket kompensasi yang ditawarkan, dengan berat hati saya memutuskan untuk tidak melanjutkan, karena besaran tersebut belum sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi saya saat ini.
Apabila di kemudian hari terdapat posisi lain yang sesuai, saya akan dengan senang hati mempertimbangkannya kembali. Semoga [Nama Perusahaan] segera menemukan kandidat terbaik.
Salam hormat, [Nama Lengkap]
Contoh 3: Menolak karena posisi tidak sesuai tujuan karier (email)
Yth. Bapak/Ibu [Nama HRD],
Terima kasih atas tawaran posisi [Nama Posisi] yang Bapak/Ibu sampaikan. Proses wawancara bersama tim memberi saya banyak wawasan tentang [Nama Perusahaan].
Namun, setelah merenungkan arah karier yang ingin saya tempuh, saya merasa peran ini belum sejalan dengan fokus pengembangan saya di bidang [Nama Bidang]. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tidak menerima tawaran ini.
Sekali lagi terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Saya berharap dapat tetap terhubung dengan Bapak/Ibu.
Hormat saya, [Nama Lengkap]
Contoh 4: Menolak lewat WhatsApp
Selamat siang Bapak/Ibu [Nama HRD], saya [Nama Lengkap], kandidat posisi [Nama Posisi]. Terima kasih banyak atas penawaran kerja yang diberikan. Setelah mempertimbangkan dengan matang, mohon maaf saya memutuskan untuk tidak menerima tawaran tersebut karena [alasan singkat]. Saya sangat menghargai waktu dan kesempatan yang diberikan, dan semoga kita bisa bekerja sama di lain kesempatan. Terima kasih.
Contoh 5: Menolak lewat telepon (poin bicara)
- Sapa dan perkenalkan diri, lalu tanyakan apakah HRD punya waktu sebentar.
- Ucapkan terima kasih atas tawaran dan proses rekrutmen yang sudah berjalan.
- Sampaikan keputusanmu dengan jelas, disertai satu alasan singkat.
- Tutup dengan harapan tetap terhubung, lalu kirim konfirmasi tertulis melalui email di hari yang sama.
Baca Juga: Cara Jawab Pertanyaan Interview, Ini 10 Contohnya
Kesalahan yang Harus Dihindari saat Menolak Tawaran Kerja
Cara menolak tawaran kerja yang baik bukan hanya soal kalimat yang dipakai, tetapi juga soal hal-hal yang tidak boleh dilakukan.
- Ghosting atau tidak membalas sama sekali. Ini kesalahan paling fatal. HRD akan menunggu jawabanmu dan menunda proses dengan kandidat lain, sehingga diam justru merugikan banyak pihak.
- Menunda sampai batas waktu terakhir. Menolak di hari terakhir, apalagi setelah tanggal mulai kerja, menyulitkan perusahaan mencari pengganti.
- Memberi alasan palsu yang berlebihan. Alasan yang dibuat-buat mudah ketahuan, terutama di industri yang saling terhubung. Lebih baik singkat tapi jujur.
- Mengkritik perusahaan secara terbuka. Simpan kritik soal gaji atau proses rekrutmen untuk dirimu sendiri, kecuali HRD memang meminta masukan.
- Menerima lalu membatalkan. Jika kamu sudah menandatangani kontrak lalu mundur, ada risiko reputasi bahkan konsekuensi sesuai isi perjanjian kerja. Karena itu, pastikan keputusanmu final sebelum tanda tangan.
- Menyebarkan isi offering letter. Detail gaji dan benefit yang ditawarkan bersifat rahasia. Jangan membagikannya ke media sosial atau grup obrolan.
Menghindari kesalahan-kesalahan ini sama pentingnya dengan menghindari kesalahan fatal saat interview kerja. Keduanya sama-sama memengaruhi bagaimana HRD mengingatmu.
Ingin Punya Lebih Banyak Tawaran Kerja untuk Dipilih?
Menolak tawaran kerja itu wajar, asal disampaikan dengan cepat, sopan, dan jujur. Tapi posisi paling nyaman tentu saat kamu punya lebih dari satu tawaran untuk dipilih, dan itu dimulai dari skill yang benar-benar dicari perusahaan.
Lewat Bootcamp Siap Kerja ALC Talent, kamu dilatih 12 skills selama 3 bulan dan mendapat pengalaman internship di top companies Indonesia. Cek jadwal batch terbarunya di banner berikut!





